Perjuangan seorang ayah
Ayah adalah seorang nahkoda bagi keluarganya. Selayaknya seorang nahkoda, ia bertanggung jawab untuk menjaga, mengarahkan, dan melindungi bahteranya sampai dengan selamat ke dermaga. Menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab bukanlah hal yang mudah, banyak orang diluar sana yang menyiakan-nyiakan tanggung jawab ini yang diamanatkan tuhan kepadanya.
Delapan bulan yang lalu, saya mendapatkan pengalaman berharga tentang bagaimana perjuangan seorang ayah. Tepatnya pada tanggal 9 juli 2018, saya berangkat ke sebuah desa yang bernama kampung inggris. Yaa, sebuah tempat untuk orang-orang yang ingin belajar bahasa inggris.
Sesampainya di sana, saya langsung mendatangi office lembaga belajar yang saya ikuti untuk mengetahui diamana camp saya berada. Di office tersebut ternyata telah banyak orang mengantri untuk daftar ulang agar mendapatkan campnya masing-masing. Setelah mengantri beberapa saat akhirnya giliran saya tiba. Saya maju kedepan meja resepsionis dan saya bertanya informasi mengenai prosedur daftar ulang. Setelah selesai melakukan daftar ulang, seorang abang-abang yang menggunakan sepeda motor hitam telah menunggu di depan office yang siap mengantarkan para siswa ke campnya masing-masing. Abang-abang ini ternyata memang bagian dari service dari lembaga ini. Tidak mau berlama-lama, saya langsung menghampiri abang tersebut untuk meminta tolong mengantarkan ke camp yang telah di beritahu oleh resepsionis tadi. Setelah menaiki motor tersebut selama 3 menit, akhirnya saya sampai ke camp hehehe. Memang camp tersebut tidak begitu jauh dari office, kurang lebih jaraknya cuma 100 meter.
Setibanya saya di camp tersebut, saya disambut oleh rumah tua yang berisikan 4 kamar yang berderet ke belakang dan di sisi belakang rumah tersebut terdapat 4 kamar mandi. Saya memasuki rumah tersebut dan mulai berkenalan dengan teman-teman baru yang sudah datang terlebih dahulu. Orang-orang yang tinggal di camp ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Tapi satu orang yang begitu mencolok bagi saya ketika sampai di camp tersebut. Dia memiliki perawakan yang besar, keras, sedikit sangar dan sepertinya usianya sudah 35 tahun. Sangat berbeda dengan kita penghuni yang lain, yang rata-rata berumur berkisar 18-25 tahun. Setelah saya berkenalan, akhirnya saya mengetahui nama dan sedikit informasi tentang orang ini. Ia adalah bang fely, seseorang yang memiliki darah manado, telah beristri, memiliki satu orang jagoan yang bernama shean dan pekerjaannya adalah seorang awak kapal. Bang fely bukanlah orang yang terlihat begitu pintar, tapi dia memiliki semangat yang luar biasa. Bayangkan saja, orang yang umurnya bisa dibilang tidak muda lagi tapi tetap mau untuk belajar bersama dengan orang-orang yang umurnya jauh dibawahnya.
Ketika melihatnya untuk pertama kali, saya mengira orang ini tidak akan serius dalam belajar. Tetapi pandangan itu berubah setelah seminggu hidup bersama-sama di camp tersebut. Umurnya memang tidak muda, tapi semangatnya mungkin jauh dengan kita yang muda-muda ini.
Setiap hari kita memulai pembelajaran pukul 5 pagi kecuali hari sabtu dan minggu. abang ini sering bangun lebih awal dibandingkan kita. Ketika kita masih terlelap, dia sudah memulai untuk menghapal vocabulary. Ketika kita mendapatkan waktu istirahat, kita lebih sering mengahabiskannya untuk makan dan bersenda gurau dengan sesama anggota camp yang lain. Tetapi bang fely berbeda, terkadang ketika kita masih menikmati waktu istirahat, dia sudah sibuk berlatih menulis-nulis dibukunya.
Dari gayanya saya mengira abang ini orang yang bodo amat dengan peribadahan agamanya, ternyata lagi-lagi dugaan saya salah besar. ia selalu berdoa sebelum berangkat ke kelas dan setiap minggu pagi dia selalu berangkat ke gereja yang jaraknya tidak dekat.
Bang fely merupakan tipe orang yang sangat suka bercerita. Dia sering bercerita seputar pengalamannya bekerja di kapal, tingkah lucu anaknya, dan pengalaman cintanya.
Dari ceritanya, saya mengetahui alasan terkuatnya untuk bisa mengalahkan kemalasannya dan bisa belajar se-semangat itu.
Ia belajar bahasa inggris agar dapat bekerja di perusahaan yang lebih baik, agar mendapat pelayaran internasional, yang mana penghasilannya lebih baik dari pada sebelumnya. Semua yang ia lakukan ini tidak lain hanya untuk bisa membuat anak dan istrinya agar mendapatkan penghidupan yang lebih baik.
Progres bang fely juga sangat baik, sampai saat terakhir saya disana, bahasa inggrisnya sudah jauh berkembang ketimbang pertama kali saya mengenalnya. Dan setelah saya pulang ke daerah saya, dia masih melanjutkan belajarnya sampai sekitar 1,5 bulan berikutnya.
Dari sosok ini kita belajar mengenai apa yang dinamakan sebuah perjuangan demi orang yang kita cintai. Dan dari kisah ini kita diajarkan untuk lebih mencintai ayah kita dengan sepenuh hati seperti ia begitu mencintai anak-anaknya melalui perjuangan yang telah dilakukannya.
Komentar
Posting Komentar